| |
|
 
Ketika bunga tak menarik lagi Smart Shopping Mon, 03 Mar 2008 14:45:00 WIB Imbal hasil atau suku bunga produk tabungan di bank tak menarik lagi, setelah suku bunga acuan BI Rate hanya di level 8%. Bank rata-rata hanya memberikan bunga di kisaran 2%-5,25% per tahun, tergantung dari jumlah uang yang ditabung nasabah.
Di Bank Mandiri, misalnya, nilai tabungan antara Rp500.000 -
Di Bank Panin, nilai tabungan sampai Rp5 juta mendapatkan bunga 2%, sedangkan tabungan lebih dari Rp1 miliar mendapatkan bunga 5,25%. Kisaran suku bunga yang nyaris sama juga diberikan oleh produk tabungan di bank lain.
Suku bunga tabungan memang tak menarik lagi. Menurut Corporate Secretary Bank BNI Intan Abdams, bank menyiasati suku bunga yang tidak menarik itu dengan meningkatkan pelayanan kepada nasabah.
"Jadi, kami bersaing dengan lebih meningkatkan pelayanan. Sejak tahun lalu, kami sudah melengkapi dengan SMS banking," katanya kepada Bisnis.
Nasabah tabungan kini memiliki beragam fasilitas yang mempermudahkan transaksi, seperti anjungan tunai mandiri (ATM), kartu debet, pelayanan transaksi dengan layanan pesan pendek atau SMS hingga Internet banking.
Beberapa bank memberikan iming-iming hadiah mobil untuk menarik minat menabung. Adanya hadiah itu cukup memotivasi orang untuk menyimpan uang di tabungan.
"Siapa tahu beruntung mendapatkan durian runtuh [hadiah mobil di BNI]. Lagipula, uang saya tidak banyak. Ditabung saja biar tidak repot," ungkap Suharti, seorang pensiunan.
Ada pula yang menempatkan uang di tabungan dengan tujuan persiapan dana untuk pembayaran tagihan bulanan, seperti listrik, telepon, kartu kredit dan tagihan rutin lainnya.
Tetap dipilih Melihat perkembangan fungsi tabungan, Senior Ekonom BNI Ryan Kiryanto mengemukakan walaupun suku bunga tabungan tidak menarik, produk ini masih menjadi pilihan sebagian masyarakat yang tidak biasa menyimpan uang di produk bank lain.
Untuk golongan nasabah seperti ini, keamanan uang menjadi prioritas utama.
Alasan lain, tabungan juga bisa diambil setiap saat sesuai kebutuhan masing-masing nasabah.
"Ada memang nasabah yang pokoknya uangnya disimpan di bank dan aman. Dia tidak pernah menghitung berapa suku bunga atau keuntungannya dan jumlah itu banyak di daerah-daerah," jelas dia dalam suatu kesempatan.
Profil nasabah tabungan beragam. Maka itu, bank menawarkan pemikat lain untuk nasabah yang dengan dana biasanya Rp500 juta ke atas dengan nama program nasabah premium, nasabah platinum atau di BNI disebut BNI Emerald.
Tapi, benarkah keuntungan nasabah dari menabung sekarang ini sangat kecil, mari kita belajar untuk mensimulasikan cara bank menghitung suku bunga tabungan.
Sebagai contoh, perhitungan suku bunga harian tabungan untuk tabungan senilai Rp10 juta dengan bunga 2%. Dana tabungan masuk ke bank pada 1 Maret 2008.
Dari tabungan Rp10 juta itu, bunga yang diterima nasabah sampai 31 Maret, yaitu 31/365 x 2% xRp10 juta = Rp16.986. Dari bunga Rp16.986 itu, jika sudah dipotong pajak bunga sebesar 20%, bunga net yang diterima nasabah hanya Rp13.589.
Bulan berikutnya pada 30 April, nasabah akan menerima bunga 30/365x2%x[Rp10 juta + Rp13.589] =Rp16.461 x 20% =Rp13.168 dan seterusnya.
Berdasarkan perhitungan itu, terlihat kalau tambahan uang dari menabung sangat kecil. Beban membayar pajak bunga dan biaya administrasi yang dibebankan oleh bank, karena pemakaian ATM, SMS banking atau fasilitas lain kemungkinan semakin mengerus tabungan nasabah.
Kondisi yang hampir sama juga terjadi kalau bank memakai sistem bunga majemuk dalam menghitung bunga bank. Dengan sistem bunga majemuk, untuk kasus yang sama, hasilnya akan terlihat di bawah ini.
Bunga yang diterima nasabah pada 31 Maret 2008, yaitu 1/12x 2%xRp10 juta = Rp16.667x 20% =Rp13.333 dan seterusnya.
Pajak bunga sebesar 20% itu memang mengganggu. Namun, kalau tabungan Anda tidak lebih dari Rp7 juta akan terbebas dari beban pajak. Kenyataan, suku bunga tabungan yang kecil itu membuat bank memberikan alternatif pada nasabah untuk menempatkan dana di produk lain. Ada yang menawarkan produk obligasi ritel Indonesia (ORI), obligasi atau reksa dana.
Bagi bank sendiri, tabungan sebenarnya merupakan dana murah dari masyarakat. Makanya, beragam jurus pemikat bertaburan hadiah dilancarkan oleh perbankan agar masyarakat tetap berminat menabung, meski bunganya tak menarik lagi. (suli.murwani@bisnis.co.id)
Suli H. Murwani Bisnis Indonesia
|  |
 
Other articles
|
|
|
|